No Title

Matahari pagi tidak terlihat dari kamarku hari ini. Tidak hanya hari ini saja, hari-hari yang lain pun sebenarnya tidak juga terlihat. Cahayanya pun juga tidak membangunkanku walaupun aku sudah bangun. Aku membuka gorden jendela kamarku, dan membuka sedikit kayu agar udara pagi bisa masuk menggantikan udara dingin dari pendingin ruangan yang semalaman aku nyalakan.

Seperti biasanya, di saat cahaya ungu berganti biru muda, orang-orang di luar kamar sudah mulai sibuk untuk menyiapkan hari yang sudah berganti. Aku masih tetap asyik di kamar, melihat sesuatu yang aku tunggu setiap pagi. Ucapan selamat sore dari orang yang tinggal di belahan bumi yang lain. Aneh awalnya, tetapi saat sudah dijalani, itu tidak ada bedanya. Dia sama sepertiku, menghirup udara yang sama, alam yang sama, memiliki keluarga, dan makanan dengan porsi yang sama. Ah, untuk yang satu itu aku tidak yakin.

Continue reading

New Year, New Month, New adventure, New Student

Aloha !

Happy New Year 2015 !

Selamat Bulan Februari !

Baru pengen buka blog lagi.. Setelah berhari-hari depresi di rumah dan malas ngapa-ngapain. Liburan awal tahun ini lumayan berbeda, Mulai yang akhirnya boleh pergi ke Bekasi sendiri, pertama kalinya naik kereta (dan sendiri juga), terus jaga sepupu yang masih TK dan gak boleh balik ke Surabaya, sampai kemarin yang akhirnya kembali ngajar les setelah 6 bulan vakum. Niat vakum awal karena mau memperbaiki nilai, naik sih……dikit tapi menurutku tetep aja gak ada bedanya. DAN itu menyebalkan. Ntahlah, aku selalu aja keki sendiri kalau tahu nilai orang lain lebih bagus dari aku, apalagi sampai dibuat bercandaan. Bakal jadi dendam kalo dibiarin. Bukan karena iri sih, karena aku sendiri sadar dengan kekuranganku, dan setelah merenung beberapa hari, aku sendiri juga salah, karena aku tipe yang menggampangkan sesuatu. Setidaknya nilai itu jadi standarku buat semester depan supaya bisa lebih tinggi dari sekarang (duh disini bisa ngomong positif, aslinya kalo action susah >_<)

Bicara tentang liburan, akhir tahun lalu adalah liburan terpanjang sendirian (minus keluarga inti). Pertama kalinya seumur hidup, pergi keluar kota sama saudara tanpa bapak, ibu, adik. Dari kecil memang gak pernah bisa nginep di rumah orang sendirian, walaupun itu saudara, bahkan rumah nenek sekalipun. Jadi ini bener-bener pengalaman pertama yang mendebarkan (?) Seandainya dulu bisa seberani sekarang, mungkin aku tahu betapa serunya tidur di rumah orang sendirian tanpa keluarga inti. Bebas, gak ada yang bikin stres, walaupun awal-awalnya homesick. Sebenarnya bukan kali pertama juga sih, dulu pernah ngekost di malang 6 bulan dan sering (banget) nginep di rumah saudara disana. TAPI itu hitungannya kaena kuliah bukan liburan hahahahaha… kalo liburan tetep ke surabaya. Mungkin lebih tepatnya kali ini liburan luar provinsi sendirian. wkwkwkwkwk

Gak banyak kegiatan juga disana, bagi-bagi pekerjaan rumah tangga sama tante. Aku bagian nyuci pakaian, bantu masak, nyapu sore, terus main sama rayya, itungan jaga rayya. terus sisanya tante. terus sisa waktu buat nonton tv. FYI, kalau di rumah sendiri, aku bukan tipe orang yang suka nonton tv, jadi lebih sering hah hoh gara-gara gak tau dunia luar. Tapi waktu di Bekasi rasanya semua berita-berita mungkin aku tahu. Mulai jatuhnya pesawat AirAsia, terus yang katanya calon kapolri korupsi… ckckckck, itu membuka pikiranku bahwa Indonesia sedang dalam masa kritis. BBM juga, kasian warga, di phpin habis-habisan karena naik turunnya harga BBM. Kayak lagi April Mop, di kerjain. -___- Main sama Rayya sekarang udah gak kayak dulu. Kalau dulu aku bisa jadi dominan (aku yang mainin Rayya) sekarang kebalikannya, semuanya nurut Rayya, mulai dari ngobrol, main kartu, nari, beli sticker Hello Kitty, eskrim, semuanya. Dan aku tidak punya hati untuk menolaknya……… kalau di tegasin sedikit, alamat bisa ngambek 2 jam, terus habis gitu nangis….. Jadi inget kata temenku, kalau anak kecil itu mulai resek kalo udah TK B sampaaaaai kelas 5 SD. soalnya kalo udah kelas 6 mereka pasti udah sibuk ujian, jadi pasti udah gak resek anak-anak lagi. Ntar waktu smp resek lagi wkwkwkwkwk apalagi kalo udah ngerti pacar-pacaran sama main di mall. duh duh

Tapi mengharukan adalah ketika mau pulang ke Surabaya, Rayya menghitung hari kapan mau pulang. Terus jadi lebih banyak diem dan kayak mau nangis. Sampai H-1 malem, dia gak bisa tidur atau lebih tepatnya gak mau tidur karena takut besok aku pulang. Baru tidur setelah dia nangis dan tidur di pelukanku. Rasanya gak mau ninggal, tapi sudah harus pulang karena udah di belikan tiket kereta. Di stasiun juga gak mau di cium, gak mau di peluk, cuman mau salim itu pun udah berkaca-kaca matanya. Kalo inget, rasanya jadi pengen nangis lagi.

Dan pengalaman baru mulai lagi. Untuk pertama kalinya selama 20 tahun hidup, aku belum pernah naik kereta api. bahkan komuter sekalipun. apapun itu yang di rel aku beluk pernah naik, kecuali permainan di model jatimpark gitu. Pokoknya angkutan umumlah. Pertama kalinya nyari kereta sendiri, gak tahu cara baca tiket, sampai duduk di kereta, yang ada punggung capek. Oke fasilitasnya bagus sih, ada colokan listrik (halah ini bahasa apaan coba). Bisa ndengerin lagu sepuas mungkin karena sebelahan sama colokan (oke aku tetep pake bahasa ini aja). Tapi menyebalkannya cuman satu, aku gak tau itu sampai dimana. Sering ditanya sama bapak, “sampai dimana?” dan jawabannya simpel, “hutan,” atau “sawah,” atau “gak tau ini dimana.” hehehe. Dan aku berharap kalau naik kereta lagi, setidaknya aku gak sendirian. gak ada yang bisa di ajak ngomong, telpon pun sama aja, soalnya……gak ada sinyal.

Di Surabaya, gak ada yang berubah, kegiatan juga itu itu aja, cuman bedanya jadi gak ada motor jadi stay di kamar terus. Bener-bener kayak pengangguran yang bangun diatas jam 9 pagi. PARAH POKOKNYA! Sampai akhirnya……seorang malaikat menawarkan ngajar les lagi. Yey ! boleh 2 minggu gak ngapa-ngapain, yang pasti bulan Februari udah gak nganggur. hihihi.. Jadi ceritanya kemarin hari pertama ngajar. Dan pertama kali bertemu, aku lihat muridku nangis. Okay, aku paham mungkin di capek, karena kemarin itu ada les matematika tambahan. Dan langsung les lagi sama aku. Jadi kemarin kayak awkward moment karena aku nungguin dia gak nangis lagi. Untung aja anaknya udah gedean, kelas 4 SD. First impression, anak itu pinter bahasa inggrisnya, dan sedikit bikin aku takut sendiri -____- Lihat buku sekolahnya gak terlalu banyak jawaban-jawaban soal di buku salah. cuman dia punya kelemahan di spelling. Selain itu udah gak ada masalah. Kata mamanya dia itu bossy plus bawel, tapi jadi kudu teges. jadi kemarin aku cuman buat perjanjian kalo dia harus nurut. Dan tetap……aku gak tahu gimana ke depannya.. Hari ini hari pertama belajar. Semoga sukses di hari pertama. Amiiiiin :”)

Mungkin sampai sini dulu aja… gak tau juga mau nulis apa lagi… Sekali lagi, Happy New Year !

Bi

Please, Understand Me ! Part 5

 

-HAN SUNGBI POV-

 

“Neoneun, Han Sungbi imnikka?”

Aku menoleh pada suara itu. Sungguh aku terkejut melihat namja yang berada di depanku itu. Postur tingginya hampir sama dengan Sungmin oppa. Hanya saja, dia lebih kurus. Wajahnya sangat familiar, seperti pernah tahu siapa dia. Tapi aku lupa atau mungkin tidak tahu apakah aku pernah mengenalnya atau tidak. Kecuali jika wajahnya itu memang pasaran. Dari raut wajahnya, tak ada tanda-tanda apakah dia mengenalku sebelumnya. Mungkin sebenarnya dia mengerti siapa aku, tapi tidak menunjukkannya? Aku hanya diam tidak ingin berkata apapun. Hanya menatap wajahnya yang mungkin sok bingung. Tiba-tiba tanpa di suruh, namja itu duduk di depanku sambil mengembangkan senyumannya.

“Aku rasa aku benar jika kau Han Sungbi,” katanya santai. Tidak hanya santai, wajahnya yang like a boss itu sungguh menyebalkan. Dan terlihat lagi saat dia memanggil pelayan cafe ini.

“Kau siapa? Aku tidak kenal siapa kau,” ketusku sambil memasang wajah super jutek.

“Mwoya? Appa menyuruhku kemari untuk bertemu dengan gaetku. Kau Han Sungbi kan?”

“Ga— kau pikir aku apa?” tanpa sadar aku membentaknya. Semua orang memperhatikan kami. Aku menutup mulutku saat mulai tersadar dengan kelakuanku yang memalukan. Sial. Untuk apa Appa menyuruhku bertemu dengan namja sombong seperti dirinya.

“Hahaha, semua orang memperhatikan kita karena ulah bodohmu itu,” kata namja itu tanpa menoleh sedikitpun. Pelayan yang mencatat pesanan namja itu hanya tersenyum kecil. Benar-benar memalukan.

“Kau benar anak dari keluarga Lee?” dia mengangguk. Kali ini ia menatapku sambil menopang dagunya dan tersenyum dengan gummysmile-nya. Memuakkan. “Berhentilah menatapku seperti itu tuan Lee, dan bisakah aku pulang sekarang?”

“Tuan Lee? Eh… Kita kan belum berkenalan. Bagaimana mungkin aku bisa menyuruhmu pulang sekarang?”

“Mwoya?” benar juga, aku tidak tahu nama namja ini dan babo-nya aku, kemarin aku tidak bertanya sekalipun pada appa.

“Untuk satu bulan kedepan, aku adalah tuanmu. Mengerti?”

“Andwe.”

“Kau tadi saja sudah memanggilku Tuan Lee, kan? Dan Minjoong-ssi menyuruhmu untuk menemaniku. Berarti kau adalah gaetku kan?”

“Aku tarik kata ‘Tuan Lee’ yang aku sebutkan tadi. Asal kau tahu, aku tidak pernah peduli denganmu. Sedikitpun. Biarkan aku pulang sekarang, aku mau istirahat,” aku berdiri dan mengambil tasku segera. Tetapi namja itu memukul gips siku kananku tiba-tiba.

“Arggghh..” teriakku menahan sakit dan membuatku kembali terduduk  di kursi. “Kau babo atau tidak pernah sekolah sih? Kau tak tahu kalau ini luka?”

“Ini adalah hukumanmu.”

Aku menatap wajahnya geram. Wajah tanpa dosa yang ia perlihatkan di depan mataku benar-benar membuatku ingin memukul wajahnya. Tangan kananku mulai terasa nyerinya. Namja tidak punya otak itu dengan sombongnya hanya melipat kedua tangan di atas dadanya tanpa peduli dengan keadaanku.

“Menyebalkan,” ucapku sambil mengambil tas dan meninggalkannya.

Continue reading

KEMERDEKAAN

Halo epribodeeeh~~

Lama gak nyentuh blog nih. Udah hampir 10 bulan dari pos terakhir kayaknya yaa aku gak nyentuh. Kangen ngetik bebas tanpa tujuan hidup, sedia bak isinya cuman komentar. Sebenerya lihat orang jaman sekarang, kebanyakan yang dibuka itu youtube, bukan blog orang lagi. Gak sedikit orang juga berkomentar di video, terus mereka jadi ngomong sendiri di depan kamera. Pernah kepikiran pingin nyoba, tapi kayaknya…………..gak akan aku lakuin selamanya. Malu banget kali di depan kamera ngomong sendiri, orang rumah ntar nyangka aku orang gila. Emang gak cocok ajalah sama akunya, bawelnya cuman bisa di tulis kalau nggak di tunda sampek dada nyeri-nyeri gitulah (-___-) 

Tapi, dasarnya buka blog aku mau bahas sesuatu nih. Tiba-tiba kepikiran gak jelas. Mungkin aku lelah, jadi semua hal yang gak penting pengen aja di lepasin. Topik kali ini, aku mau bahas tentang Hari Kemerdekaan. 

Continue reading

December will come soon

Hello guys….

It’s been a month i didn’t do anything for my blog. Tahu tahu udah hampir bulan Desember. Tahu tahu udah akhir tahun. Tahu tahu kita semua akan bertatap muka dengan awal tahun 2014. Menjalani tahun baru dengan kehidupan yang baru dan lebih baik. Yah, aku berharap depan semua akan jauh dan jauh lebih baik dari tahun ini.

Tahun ini, tahun 2013, adalah tahun yang bisa dikatakan tahun terberat untukku. Tahun dimana aku harus berusaha survive, penuh dengan sejuta pilihan di ribuan pintu masa depan, berusaha lebih dewasa dan lebih baik. Hampir 20 tahun tinggal di dunia, menjadi anak yang tidak dewasa, menjadi seseorang yang belum pantas untuk mengenal dunia yang benar-benar kejam. Dan inilah aku, orang yang selalu berusaha bermuka dua saat berada di suatu tempat. Bermuka dua? iya, aku tidak suka terlalu memperlihatkan suasana hatiku yang sebenarnya walaupun terkadang fail juga. Tapi tidak banyak orang yang sangat menyadari dengan pribadiku di depan mereka, yang terkesan tidak bisa diam, selalu tersenyum dan berbeda. Orang yang semangat, tidak mau kalah dan mencoba melakukan aegyo di setiap waktu.

2013. rekor dimana aku melakukan pilihan berat, saat harus memilih hengkang dari Malang dan kembali ke Surabaya. Memilih untuk sekolah yang jauh dari niat awal (di malang teknik, di surabaya sastra). Dan satu, rekor lebih banyak menangis karena ketakutan pada diri sendiri. Ketakutan yang aku terima karena suatu traumatik hingga aku tidak pernah tahu bagaimana harus menyelesaikannya. Ketakutan saat mendengar sesuatu yang tidak pantas untuk aku dengar, dan hampir merubah diriku sendiri menjadi orang yang lebih gila lagi. Karena lingkungan. Lingkungan yang membawaku seperti ini. Lingkungan dimana? Bahkan aku harus menjawab di rumahku sendiri. Oh My God, apa kamu gila? Of course. Kalau aku tidak gila aku tidak akan menulis disini. hahaha.

Continue reading

Long Time No See !

Annyeong haseyoo…

Oraen maniyaa…

Sudah lama banget aku gak buka blogku tercinta… hahahahaha… Jadi sebelum bener bener sibuk, aku sempetin buat buka dan posting something ke blog. Walaupun bukan FF siiih… buat yang nunggu FF buatanku lagi, sabar yaa.. kayaknya bener-bener hiatus sampek semuanya plong dan laptop yang gak odong. *ketahuan laptopnya odong* wkwkwkwkk..

Karena aku off kuliah di Malang, (yang pada belum tahu sekarang pada tahu) sekarang aku ambil jurusan yang kebalikan dari kehidupan di Malang. Bukan lagi ada nama Teknik kayak dulu. Sekarang malah jadi Sastra. Jauh ya? yaiyalah pasti jauhnya. Lahwong dari IPA jadi Bahasa. Wkwkwkwk. Kuliah dimana? STIBA Satya Widya Surabaya. Kalau gak tahu gapapa, menurutku emang gak terkenal, tapi kekeluargaannya sudah membuatku nyaman. Teman-temannya juga oke dan kompak. Walaupun memang sedikit orangnya. Jadi kayak les-lesan yang isinya hanya 20-25 orang aja. Lebih private kan? hahahaha.

Hampir sebulan disini, hampir sebulan juga aku mengenal mereka. Hampir sebulan juga mereka kenal aku. Dan hampir sebulan juga kehidupanku yang hidup mulai terlaksana. Mencari sebuah perhatian dari ujung ke ujung menurutku bukan hal yang salah. Apalagi hanya memperkenalkan diri sebagai sosok yang nyata dan tidak berakting itu sebenarnya cukup susah. Dan itu yang aku lakukan. Beberapa dari mereka menyukainya dan beberapa yang lain tidak menyukainya. Hal wajar. Aku merasakan hal itu. Tak jarang mereka berkata aku bandel, bawel atau sok. Sok apa? Apa saja yang mereka ingin omongkan. Hahahaha. Tapi di saat yang sama aku selalu mengatakan hal jujur pada mereka. Seperti aku tidak menyukai A dan tolong jangan berbuat A padaku. Aku tidak suka dengan kata B, jangan ucapkan atau panggil kata B di hadapanku. Dan itu membuatku tidak lebih dewasa di bandingkan mereka. Mereka yang menganggap itu hanya sebuah candaan yang menurutku tidak akan pernah lucu. Aku tetap pada pendirianku, melakukan apa yang mereka inginkan, melakukan hal apa pun yang seharusnya mereka terima. Apa aku salah? Seharusnya tidak? Aku membela diriku. Aku merasa benar dan aku sudah mengatakan jangan melakukan hal yang seharusnya tidak di lakukan di hadapanku. Apakah ini keadilan untukku? Aku ingin tenang dan menjadi diriku sendiri. Tetapi mereka tidak bisa menghargaiku, padahal aku selalu ingin menghargai mereka, memeluk mereka sebagai seorang yang seharusnya sangat berguna untuk masa depanku. Seseorang yang menyemangatiku.

Apa ini keadilan? Disaat aku melakukan hal yang salah untuk satu orang, dia mengatakan pada orang lain jika aku membuat kesalahan itu menjadi berlipat. Berapa lipatan itu? Entahlah, aku tidak mengoreknya. Bagiku itu sebuah hal gila jika aku benar-benar melakukannya. Aku tidak ingin membuat masalah baru. Hanya dengan kesalahpahaman, mereka membenciku tanpa mereka tahu apa yang benar. Apa yang seharusnya tidak mereka katakan. Apakah ini tanda aku kecewa? Mungkin. Aku tutup itu rapat-rapat. Tidak ingin banyak yang terlibat. Dan tidak ingin semuanya menjadi sesuatu yang menjengkelkan.

Dan disaat seperti ini, tidak sedikit orang yang masih menghargaiku. Mereka men-support aku dalam keadaan apapun. Karena mereka tahu aku benar dan tidak ingin aku kecewa. “Jangan mikirin mereka. Mereka aja gak peduli sama kamu” awalnya aku mendiamkan kata-kata itu. Aku masih berusaha minta maaf pada orang yang bersangkutan. Meminta maaf dan menjelaskan semua dari apa yang seharusnya aku lakukan. Yah, tapi memang mereka tidak peduli, seakan-akan mereka ingin aku jatuh secara tidak sadar. Mereka ingin aku terlihat rapuh dan bersujud pada mereka dan menyembah mereka. Lagi-lagi orang-orang itu bilang “Jangan lakukan apa yang seharusnya tidak kamu lakukan. Mereka gak akan memperdulikan itu!” Aku merasa ini tetap tidak adil. Tetapi aku diam dan terus berpikir. Aku hanya melakukan satu kesalahan dan tidak ingin mengulanginya lagi. Tetapi dia tidak menerima permintaan maafku dan tidak peduli apa yang salah dan apa yang benar. Mengapa aku harus terpuruk hanya karena mereka? Jelas mereka yang salah karena secara tidak langsung mereka menjatuhkan diriku disini. Menjatuhkan nama baikku dengan ribuan kesalahpahaman yang mereka buat selama ini. Mengatakan pada orang yang tidak pernah tahu dan tidak berhubungan dengan semua ini. Kenapa aku masih saja membuatnya baik di mataku? Dan bodohnya, inilah aku. Aku tidak suka perpecahan. Aku tidak suka ada orang yang membenciku karena seumur hidup aku tidak ingin membenci orang.

Lalu, apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku kembali pada diriku yang cuek dan tidak peduli pada mereka lagi? Seperti awal aku masuk dan tidak mau memperdulikan apa yang seharusnya ada di hadapanku? Bagaimana aku harus menghadapi jika aku menyukai salah satu diantara mereka? Orang yang memintaku untuk mengejar dan di tinggalkan begitu saja. Jika dari awal aku memang menutup semua itu, kejadian naas ini pasti tidak terjadi untuk kesekian kalinya.  Dan inilah kebodohan yang selalu aku lakukan. Dan pertanyaannya, apakah aku bisa melakukan ini dengan sangat baik? Melihatnya saja, mungkin aku akan menjadi kembali seperti orang bodoh. Ingin lagi di perhatikan dan tertawa bersamanya. Melihat dia seperti aku ingin kembali merasakan setiap sentuhan yang dia berikan sebagai sebuah penenang saat aku membutuhkan dia. Sudahlah, lupakan masalah orang itu. Dia tidak akan peduli lagi denganku. Karena aku tahu targetnya adalah orang yang lebih tinggi dari aku.

Sekarang, rasanya aku pingin tenang, gak mau ada yang benar-benar menggangguku. Gak mau lagi ada orang yang hanya bermuka dua ke aku. Gak mau lagi peduli lagi sama apa yang harusnya terjadi. Bener-bener menutup mata dan berjalan untuk ke depannya. Menjadi seorang Bi yang kuat, karena tidak hanya merkea saja (orang yang menganggapku sampah) yang hidup di dunia ini. Karena masih banyak orang yang menghargai Bi, air hujan yang membawa kebahagiaan, untuk terus tersenyum walaupun banyak orang yang menyakiti dia. Karena masih banyak yang harus aku lakukan dan menjadi yang terbaik. Karena masih ada banyak mimpi yang harus aku dapatkan dari sekarang. Dan karena mereka masih harus tahu bahwa seorang Bi bukan orang yang bisa mereka jatuhkan begitu saja. Karena seorang Bi bisa menjadi orang yang patut untuk dilihat dan di banggakan. Aku tidak akan mau mengecewakan orang yang aku sayang untuk kesekian kalinya. Hidupku hanya sekali dan tidak akan pernah terulang lagi. Aku tidak akan bertekuk lutut sebelum aku membuktikan bahwa aku adalah orang yang benar. Dan aku pasti Bisa! Aku mampu! Dan aku menginginkannya!

Hehehehe…. Segini dulu ajalah curhatan gak jelasnya. Lain kali aku akan posting buat comeback cerita ceritaku lagi. Doakan aku semua ! Kita berjuang di hari dan waktu yang sama untuk masa depan kita masing-masing. Akhir kata : Ganbatte ! :)) HWAITING !! ::))

Logika dan Perasaan

Annyeong guys….

Udah lama sejak FF terakhir yang aku buat, aku belum sempet buka lagi blogku.. Huhuhu…

Maaf yaa.. arena udah super duper nunggu lama sama karyaku.. (padahal gak ada yang nunggu /sedih)

Ahh….

Entahlah apa yang aku tulis ini apa.. Aku mau nyampein uneg-unegku tentang sesuatu yang berhubungan dengan kita semua. Para kpopers, terutama kalau kalian benar benar merasa jika kalian adalah seorang ELF yang gak gadungan.

Apa sih ELF itu?

ELF itu Fandom. ELF itu Keluarga. ELF itu pendukung, fans, pemberi semangat untuk para Super Junior oppa. ELF itu segala-galanya untuk Super Junior oppa karena kalau tidak ada kita, mereka tidak akan berdiri tegak dan lama sampai detik ini. Kalian semua pasti tahu hal itu. Kalian semua pasti sadar akan hal itu. Satu per satu orang melihat Super Junior oppa  dan mulai mencintai mereka, menyukai karya mereka, menjadi seorang ELF dan selalu menunggu mereka datang ke tempat kita. Dan juga……. gak jarang setelah bermunculan boyband baru, satu per satu dari mereka hilang begitu saja dan menjadi salah satu fans di fandom lain.

Apa Super Junior oppa kecewa? pasti. Apa mereka marah? Tidak. Untuk apa mereka marah jika di dunia ini masih berjuta-juta orang yang mencintai mereka dan masih mau mendukung mereka. Untuk apa mereka marah jika masih ada ELF yang lain, yang lebih penting daripada ELF yang meninggalkan mereka? Dan untuk apa mereka marah jika sampai detik ini masih banyak kado-kado yang berdatangan sebagai tanda support untuk mereka. Mereka sudah bangga kita seperti ini. Mereka sangat mencintai kita jika kita benar-benar memperlihatkan rasa cinta kita pada mereka.

Mereka akan marah jika kalian berbuat hal yang tidak penting. Mengumbar rasa amarah, rasa benci pada artis lain dan mengolok-olok artis lain hingga Fans artis itu menjadi marah dan membuat kalian bertengkar. Sebut aja Fanwar. Siapa sih yang gak tahu Fanwar? Jagoan Fanwar di Indonesia yang aku tahu itu ya ELF. ELF yang kata mereka labil. Terus ngehack ngehack twitter artis, terus nyebarin hoax. Duuuh, apa sih untungnya kayak gitu? Gak ada sama sekali loh.. Yang ada kalian malah jadi musuh nya mereka semua.

Mereka punya privasi. Seperti kalian yang punya privasi yang gak mau semua orang tahu. Mereka punya sesuatu yang kalian gak boleh tahu. Jika kalian tetap seperti itu, jelas mereka marah. Kalian tidak menghormati mereka sebagai manusia. Mereka manusia loh, bukan hewan. Mereka di tuntut hingga stres, tapi mereka tetap tersenyum. Apa kalian bisa merasakan apa yang mereka rasakan selama ini? Nggak kan? Mereka hanya mau tampil maksimal dan memuaskan kalian semua. Itu yang mereka harapkan selama ini, sampai detik ini.

Oh ya, satu lagi….

Karena aku pengguna BB aktif, dan gak sedikit juga kontakku yang anak kpopers (terutama ELF), aku sering kena Broadcast. Yaah… aku memang biasa aja sih sama broadcast gak penting tapi tetap di kirim sama mereka. Tapi untuk kali ini aku benar benar gak bisa nahan ketawa setelah baca ini.

Ɛ.ℓ.Ғ ? Baca !!

Gua benci sama orang yang suka pindah” Fandom, terutama Ɛ.ℓ.Ғ.. Jaman sekarang banyak Ɛ.ℓ.Ғ yang pindah Fandom..
Gua tau itu bukan hak gua untuk ngatur kalian.. Tapi mana janji kalian yang katanya ‘PROM15E to 13ELIVE’ ? Dan mana janji kalian yang bakalan setia bersama oppadeul sampai oppadeul benar” udah gak membutuhkan kita lagi, mana ? Apa itu yang di sebut EverLasting Friend ?
Kenapa kalian harus pindah Fandom ? Apa karena oppadeul sudah tua ? Atau karena oppadeul sudah tidak tampan lagi ? Jadi kalian menyukai orang hanya karena ketampanannya ? Hanya dari fisik ?
Apa kalian tidak merasakan betapa sedihnya oppadeul saat mengetahui banyak Ɛ.ℓ.Ғ yang pindah fandom ?
Apa kalian tidak kasian sama mereka yang berjuang mati”an hanya untuk mendapatkan banyak respon dari orang ? Kalian ingat, awal mereka debut apa yang mereka dapatkan ? Mereka mendapatkan cacian dan makian dari orang. Tapi dia tetap berjuang demi Ɛ.ℓ.Ғ hanya demi Ɛ.ℓ.Ғ ingat hanya demi Ɛ.ℓ.Ғ. Dan sekarang,apa itu balasan yang kalian berikan untuk oppadeul ?
Ayo kalo kalian benar” mencintai oppadeul, terus menjadi Ɛ.ℓ.Ғ sampai oppadeul benar” sudah tidak membutuhkan kita lagi, dan terus mendukung oppadeul dimanapun dan kapanpun !!
Fighting !! Tetap setia dan menjadi Ɛ.ℓ.Ғ selamanya🙂 ..
Yang setuju atau yang benar” only Ɛ.ℓ.Ғ sebarkan BC ini ..
Dan maaf bila kalian gak terima sama kata” tentang BC ini🙂 ..

Itu Broadcast dari ntahlah sapa yang mulai Broadcast kayak gitu. Dan gak tahu kenapa, aku jadi malah yang ketawa sendiri bacanya. Bukan merasa bangga sama sekali. Apalagi ada salah satu pem-broadcast yang sepertinya salah satu ELF yang pindah jalur. Mungkin karena dia pakai DP member boyband lain. Yaaah… Intinya, i don’t care with him/her. Tapi disini aku boleh kritik kan? Yah, terserah kalian mau gimana, mau marah marah, block atau ngebash disini. AKU MENGANJURKAN JIKA PEMIKIRANKU SALAH DISINI.

Kalian pasti pernah sekolah SD. Atau mungkin kalian yang baca ini masih SD. Kalian pasti tahu kalo manusia itu punya hak dan kewajiban. Yaaah….. kalian pasti tahu HAM lah, kalo gak tahu aku perjelas deh, HAK ASASI MANUSIA. Oke aku garis bawahi kata HAK dan MANUSIA. Intinya, manusia itu punya hak. Hak memilih, hak mendapat makan, hak belajar di sekolah, hak di beri kasih sayang atau semuanya. Setia itu hak juga kan?

Jadi kritikku jadinya seperti ini…. Ini Kritik plus saran yang aku kirim ke salah satu group di blackberry punyaku tadi siang :

Pindah fandom itu hak loh…. Secara gak langsung berasa kayak rasis… Dia mau punya satu fandom itu terserah mereka kan? Kalau mau benci terus ngumbar gitu, berarti sama aja bullying secara gak langsung… Tolong kalau kalian peduli sama sesama kpopers, gak cuman ELF, jangan bikin BC kayak gitu…. Itu bukan mendukung para oppar, mereka malah sedih kalau kita kayak gini…. Caranya salah kalo ngumbar rasa benci ke mantan ELF atau semacamnya… Gak perlu berapa jumlah ELF yang mereka butuhin, tapi seberapa besar kita kasih dukungan dan semangat mereka sampai akhir…. Maaf ya aku bacot disini… Aku peduli kalian semua yang ada disini… Makasih🙂

Yaaaah… Lagi-lagi aku harus menegaskan jika ini hanya pemikiranku saja. Mereka punya hak pindah, mereka atau mungkin aku sendiri punya hak untuk multi fandom. Karena apa, ya inilah kehidupan entertainment, satu muncul satu terbuang. Dan aku pastikan SUPER JUNIOR OPPA TIDAK AKAN TERSINGKIRKAN SAMPAI MEREKA TIDAK MAMPU MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK KITA SEMUA. Jangan pernah lagi pedulikan mereka yang pindah fandom, karena mereka punya hak itu sampai dia meninggal. Berusahalah menjadi yang terbaik. Menjadi orang sukses itu gak perlu di ikutin temen kok, tapi kita bisa menjadi yang terbaik karena usaha kita sendiri. Kalau kalian tidak suka orang yang pindah fandom, buktikan kalau kalian memang tidak akan pernah pindah fandom. Itu janji kalian, dan jika tidak di tepati, suatu saat itu akan menjadi beban sendiri untukmu.

Satu lagi, Jika kalian memnag membenci orang yang pindah fandom,  BUKTIKAN KALAU KALIAN MEMANG BENAR BENAR BISA MEMBUAT TIANG YANG ELF BANGUN SELAMA INI TETAP TEGAK WALAUPUN ORANG ORANG YANG MEMEGANGINYA HILANG SEMUA.

Okay, mungkin ini aja yang bisa aku katakan disini. Jadilah sosok yang dewasa bukan sosok dewasa yang meng-anak-anak.

Thanks guys,

Bi🙂