Gamsa (Part 1)

Annyeong.. Sudah malem nih.. baru aja semenit yang lalu ngepost, sekarang udah ngepost lagi.. kkk..

mianhae.. ini supaya gak terlalu gimana gimana.. hahaha…

Dulu udah aku post-in prolognya.. sekarang yang part 1 nya.. kkk..

di baca yuk yuk..

Happy read :))

Title : Gamsa (Part 1)
Author : Aira aka L. Sungbi
Main Cast : Lee Donghae, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Park Sanghyun – Park Minhyo, Park Ririn, Han Sungbi, Bora, Jessica and other cast
Genre : Romance, Family
Rating : PG-15

Alarm jam beker berbunyi dengan indahnya, membuat Minhyo terbangun dari tidurnya yang lelap. Ia mengangkat kepalanya agar bisa menggapai jam beker yang berada di atas meja belajarnya. Lalu, mengambil jam beker dan melihat jam itu. Jam 7 pagi. Minhyo kembali mengambil selimutnya dan tertidur lagi.

“JAM TUJUH” dia tersentak dan langsung melompat turun ke lantai bawah untuk segera mengambil handuk. Dengan cepat dia berlari menuju kamar mandi dan bersiap-siap.

Ummanya hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya yang sudah jarang dia lakukan setelah lulus kuliah. Umma kembali menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Minhyo keluar dari kamar mandi dengan baju kemeja dan rok tiga per empat dengan tergesa-gesa naik ke kamarnya.

“Aduh..” Minhyo beraduh karena menabrak pintu kamarnya yang masih tertutup.

”Unni, kamu ngapain?” Sungbi bertanya pada unninya itu. Tetapi dia tidak menjawab pertanyaan dongsaengnya yang paling kecil itu. Sungbi yang masih bersiap-siap dengan kunciran yang belum rapi hanya bisa menggeleng melihat kecerobohan unninya.

Minhyo kembali bersiap-siap. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Perasaannya bercampur aduk sekarang. Karena itu adalah pekerjaannya yang pertama setelah ia melamar pekerjaan ke tempat-tempat yang menolaknya. Dan ini adalah pekerjaan yang selama ini dia inginkan. Menjadi seorang  fashion designer di sebuah agency besar.

Suara kaki Minhyo turun dari tangga membuat rumah menjadi ramai. Minhyo berlari menuju ruang makan dengan membawa tas kecil. Lalu tas itu ia lempar menuju sofa di depan tv dan berhenti dengan menabrak meja makan.

“Hyo, apa yang kau lakukan? Jangan tergesa-gesa. Ini masih pagi” Sungmin yang duduk di kursi makan marah-marah dengan kelakuan dongsaengnya itu.

“Dari tadi itu oppa. Kebiasaannya dari dulu gak pernah hilang” Sungbi meledek unninya itu. Minhyo hanya cemberut pada Sungbi sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah rapi.

“Kau diam saja anak kecil” Sungbi mencoba melepaskan tangan Minhyo yang berada di kepalanya dan membenahi rambutnya yang sudah berantakan.

“Uh, wae kau merusaknya?” Sungbi berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Minhyo hanya terkekeh meihat dongsaengnya itu.

“Umma, kalau Sanghyun sudah datang bilang ya” Sungbi naik ke atas dengan wajah malas. Sungmin hanya tertawa kecil melihat si maknae itu.

“Mana Ririn?” tanya Minhyo pada Sungmin.

“Di kamar, mungkin dia belum bangun. Kuliah siang kan dia?” tanya Sungmin.

“Kalau gitu biar aku yang bawa mobilnya” Minhyo mengambil 2 potong roti bakar di atas meja makan.

“Jangan kau pakai mobil dongsaengmu Hyo. Kau kan sudah ada mobil sendiri” Umma duduk di kursi makan sebelah Sungmin.

“Kalau begitu, oppa aku bareng ya?” Minhyo menyeringai di depan Sungmin. Sungmin yang membaca koran tidak peduli dengan perkataan Minhyo.

“Oppa, dengerin gak sih?” Minhyo menyandarkan badannya disandaran kursi. Sungmin melipat koran yang ia baca.

“Oke, hanya hari ini saja, besok bawa mobilmu sendiri” Sungmin mengiyakan permintaan Minhyo. Minhyo tersenyum.

‘TING TONG’ bunyi bel rumah berbunyi. Sungmin berdiri dan berjalan untuk membukakan pintu rumahnya. Dari belakang, Sungbi menabrak punggung oppanya dengan keras.

“Apa kau tak bisa hati-hati? Jangan berlarian di dalam rumah seperti anak kecil” Sungmin membentak Sungbi dengan wajah yang menyeramkan. Umma dan Minhyo terkejut melihat Sungmin melakukan itu. Sungbi ketakutan. Dia menundukkan kepalanya tidak berani melihat wajah oppanya.

“Mianhae oppa” sesal Sungbi. Sungbi hanya diam dan membiarkannnya Sungmin berjalan. Sungmin tetap membukakan pintu rumahnya.

Sungmin memang sangat keras di depan dongsaengnya. Terutama sejak appanya meninggal dunia dan meneruskan perusahaan besar milik appanya. Baginya memiliki tiga dongsaeng sekaligus itu tidaklah mudah. Tapi dia tetap menyayangi ketiga dongsaengnya yang masih baru dewasa itu.

“Sanghyun, silakan masuk” Sungmin mengubah wajahnya dengan wajah kelembutan. Sungbi masih sedikit takut dengan wajah oppanya itu.

“Kamsa hyuung” Sanghyun masuk kedalam rumah dan melihat Sungbi berdiri di depan pintu rumahnya. Ia heran mengapa wajah Sungbi seperti orang sedih. Sungmin kembali menuju ruang makan. Minhyo hanya melihat Sungbi dengan wajah kasihan.

“Sungmin, jangan lakukan itu di depan Sungbi” Umma menasehati Sungmin. Sungmin menghela napasnya sambil  kembali duduk dan menghabiskan kopinya yang tinggal sedikit. Tiba-tiba Ririn datang dan langsung duduk di kursi makan dengan wajah yang masih lusuh.

“Kau juga jangan bangun siang-siang” Minhyo memukul kepala Ririn garpu di tangannya.

“Uh, apa salahku unni? Aku kan kuliah agak siang” kata Ririn yang tidak terima. Minhyo hanya menjulurkan lidahnya pada Ririn. Sungbi kembali dan mengambil 1 roti.

“Umma, oppa, unni, sungbi berangkat sekolah dulu ya” pamit Sungbi pada mereka semua.

“Hati-hati Bi” kata umma. Sungbi tersenyum dan pergi keluar dari rumah. Sungmin mengikutinya dengan setengah berlari.

“Bi” Sungmin menggapai bahu Sungbi.

“Ne oppa?” Sungbi hanya tersenyum kecil. Sanghyun ikut menoleh pada Sungmin.

“Mianhae” Sungmin meminta maaf pada Sungbi karena telah membentaknya tadi. Sungbi hanya mengangguk lemah.

“Senyum dong anak kecil” Sungmin mencubit wajah Sungbi dan memaksanya untuk tersenyum lebar. Sungbi tersenyum lebar.

“Sudahlah, pergilah sekarang. Sanghyun, jaga maknaeku” kata Sungmin pada Sanghyun sahabat kecil Sungbi itu.

“Ne hyung, pasti” jawab Sanghyun pada Sungmin dengan wajah sumringah. Sungmin membiarkan mereka pergi dan kembali masuk ke dalam rumah. Minhyo mengintip di depan pintu utama dengan tersenyum.

“Hei, apa yang kau lakukan? Ayo berangkat sekarang” kata Sungmin pada Minhyo yang ketahuan mengintipnya.

“Uh, oke. Ayo berangkat oppa” kata Minhyo berjalan di sebelah Sungmin untuk kembali ke meja makan untuk mengambil peralatan kerjanya.

“Umma, kami berangkat dulu” pamit Sungmin pada ummanya. Minhyo memeluk ummanya.

“Umma, Minhyo berangkat dulu ya. Doakan Minhyo lancar” Minhyo mencium pipi ummanya.  Umma hampir menangis mendengar perkataan Minhyo.

“Ihiy sekarang unniku sudah kerja. Kau tak minta doa padaku juga unni?” tanya Ririn meledek unninya itu.

“Tidak perlu. Sudah kau diam saja” Minhyo mencubit pipi Ririn dengan keras. Ia langsung berlari meninggalkan dongsaengnya itu. Ririn hanya bisa beraduh saja.

Minhyo berlari menuju garasi untuk menemui sungmin yang sudah berada di dalam mobil sedan putih. Ia membuka garasi lebar-lebar supaya Sungmin bisa mengeluarkan mobilnya agar mereka segera berangkat kerja. Minhyo masuk kedalam mobil setelah menutup pagar tinggi dengan terengah-engah.

“Hyo, kantormu dimana?” tanya sungmin sambil menyetir mobilnya dengan santai.

“Apgujong. Bukannya kau yang memberitahuku kantornya dimana oppa?” tanya Minhyo heran. Sungmin tersentak dan langsung menoleh setelah mendengar perkataan Minhyo.

“Mwo? Kalau begitu aku lupa” kata Sungmin santai. Mobil menjadi sangat sepi. Mereka asyik sendiri dan tidak berbicara satu dengan yang lain. Sungmin fokus pada jalan sedangkan Minhyo asyik dengan Iphonenya.

Setelah memasukkan iphone ke dalam tasnya, Minhyo melihat Sungmin dengan tatapan iba.

“Oppa, mianhae” kata Minhyo tiba-tiba.

“Mwo? Wae Hyo? Kau tak punya salah apa-apa” Sungmin bingung melihat dongsaeng yang beda 3 tahun di bawahnya ini.

“Mianhae aku tidak membantumu di perusahaan appa. Aku kasihan pada oppa karena kau sendirian yang menggantikan appa di sana” suara Minhyo menjadi serak. Sungmin hanya menghela nafas.

“Hyo, aku tak apa. Ini kewajibanku. Tak ada kamu, mungkin Ririn atau Sungbi yang akan membantuku disana kan? Itu keinginanmu menjadi seorang designer. Ini saatnya kau buktikan pada appa” kata Sungmin tersenyum.

“Ne oppa. Tapi sepertinya hanya Sungbi saja yang tertarik dengan perusahaan appa. Ririn kan ingin menjadi seorang arsitek”

“Omo, kau benar. Mungkin hanya si maknae yang akan membantuku. Itu pun kalau nanti dia masuk ke jurusan yang sesuai saat dia masuk kuliah” Minhyo hanya tertawa melihat Sungmin yang wajahnya mulai berubah.

“Suruhlah dia menemanimu di perusahaan appa. Dia juga memiliki potensi besar disana” kata Minhyo masih tertawa.

“Ne, nanti saja kalau sudah di rumah aku akan memberitahunya. Sekarang cepatlah turun dan segeralah bekerja dengan semangat. Hwaiting!”  kata Sungmin yang sudah memojokkan mobilnya di depan gedung besar.

“Hwaiting oppa! Gumawuh, nanti jemput juga yaa”

“Kau…” Minhyo langsung keluar dan meninggalkan Sungmin. Sungmin hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan Minhyo yang masih seperti anak-anak.

Di depan gedung, ia melihat jam tangan merah yang melekat di pergelangan tangan kirinya. Sudah setengah 9 pagi. Dia terkejut dan langsung berjalan cepat masuk ke dalam gedung karena takut terlambat di hari pertamanya bekerja. Dia menyapa para resepsionis yang sudah mulai sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Minhyo langsung masuk lift yang terbuka untuk menuju ruangan supervisor.

Lift berhenti di lantai 4. Minhyo keluar dari lift dengan menunduk. Tanpa sengaja Minhyo menabrak seorang namja saat keluar dari lift yang mulai tertutup lagi. Namja itu tidak jadi masuk ke dalam lift. Minhyo melihat wajah namja itu. Dia tertegun melihat wajah namja itu. Sangat tampan.

“Shit !” kata namja itu tiba-tiba. Minhyo tersadar.

“Karena kau, aku jadi tidak bisa masuk lift. Kau anak bagian mana?” namja itu marah-marah padanya. Kasar. Itu yang dia pikirkan tentang namja itu.

“Mianhae. Saya orang baru disini” Minhyo meminta maaf pada namja itu.

“Mwo? Kau anak baru? Sudah cari masalah ya. Aish, Sudahlah. Minggir” namja itu berlalu begitu saja. Minhyo merasa kesal dengan namja itu. Sok, kasar, seolah-olah ini adalah agency miliknya. Sangat menyebalkan.

Minhyo segera berjalan lagi menuju ruangan supervisor. Ia melihat yeoja muda di depan ruangan. Dia adalah supervisor agency yang ia temui saat interview dua minggu yang lalu.  Supervisor itu sudah menunggu kedatangannya untuk segera memberikan tugas pertama Minhyo.

“Annyeonghaseyo” sapa Minhyo dengan sopan. Supervisor itu membalasnya.

“Annyeong, bagaimana? Sudah siap bekerja?” Mereka berjalan menuju ruangan kerja yang akan Minhyo tempati.

“Ne, saya sudah siap bekerja”

“Kalau begitu langsung saja. Disini kau bekerja secara tim. Tugas pertamamu sudah ada di ketua timmu. Kau langsung kerjakan saja semua yang diminta. Deadline sudah tertera di tiap kertas.” kata supervisor itu sambil menunjukkan meja yang akan Minhyo pakai untuk bekerja.

“Ne, kamsahabnida”

Minhyo melihat di sekeliling ruangan kerja yang sangat besar. Di ruangan itu, ada 5 meja yang tersedia. 4 meja kecil untuk tiap orang. Dan satu meja besar di tengah-tengah untuk meeting tim.  3 dari semua meja telah terisi pegawai yang masih sangat muda-muda. Mungkin karena di sini bagian fashion design yang butuh tenaga muda untuk mengetahui fashion yang sedang trend. Karena ini sebuah agency model, jadi mereka harus merancang sesuatu hal yang bisa di jadikan trendsetter untuk masyarakat di luar sana. Satu dari mereka adalah seorang yeoja. Dan sisanya para namja. Kerja mereka terlihat sangat cekatan bagi Minhyo.

“Mereka adalah timmu. Di sebelah sana adalah tempatmu” terang supervisor itu pada Minhyo. Minhyo hanya mengangguk paham.

“Bora” panggil supervisor itu pada yeoja yang duduk di sebelah meja yang akan Minhyo tempati. Bora menghampiri mereka dengan setengah berlari.

“Ne?” jawab Bora sambil tersenyum ramah pada Minhyo.

“Ini Minhyo, anggotamu yang baru. Dan kenalkan ini Bora, ketua dari timmu mulai hari ini” terang supervisor.

“Annyeong haseyo” kata mereka hampir bebarengan. Mereka tersenyum satu sama lain.

“Kalau begitu ku serahkan padamu. Aku harus kembali. Selamat bekerja” supervisor itu pergi meninggalkan mereka.

“Guys, kita kedatangan anggota baru. Minhyo, mereka adalah anggota tim kita. Yang disana itu Choi Minho dan yang itu Cho Kyuhyun. Dan aku Yoon Bora. Dan kita semua satu tim. Jadi kita harus kompak” Bora memperkenalkan diri dan semua anggotanya. Minho dan Kyuhyun melambaikan tangan sambil mendekat pada mereka berdua.

“Aku Lee Minhyo. Panggil saja Minhyo atau Hyo” Minhyo balik memperkenalkan diri di depan kedua namja itu. Minho mengulurkan tangannya pada Minhyo. Minhyo membalas uluran itu.

“Akhirnya aku bisa melihat yeoja selain Bora” kata Minho polos. Bora memukul lengan Minho dengan penggaris besi yang ada di atas meja. Wajah Minho terlihat kesakitan dengan pukulan  besi dari Bora. Kyuhyun hanya tertawa mendengar kata-kata Minho.

“Setidaknya dia tidak akan memilihmu” kata Bora pada Minho. Minho hanya cemberut mendengar kata-kata Bora yang menyakitkan itu. Mereka menertawai Minho yang cemberut. Minhyo tidak menyangka bahwa teman barunya bisa menerimanya dengan lapang.

“Hyo, aku sudah tahu hasil design-designmu kemarin. Sangat bagus dan kuat. Beruntung kau masuk tim kami. Kami benar-benar stuck dengan hasil kami. Kita harus berjuang bersama ya” puji Bora. Kyuhyun dan Minho hanya saling bertatapan bingung.

“Ah, aniyo. Biasa saja kok. Jangan terlalu memujiku. Kalian pasti lebih kreatif daripada aku” kata Minhyo dengan wajah memerah.

 

Tiba-tiba, seorang namja masuk ke ruangan mereka dan membuat kaget Minhyo serta ketiga teman barunya. Minho, Kyuhyun dan Bora langsung kembali ke tempat mereka masing-masing kecuali Minhyo yang masih berdiri dengan wajah syok.

-TBC-

9 thoughts on “Gamsa (Part 1)

  1. Pingback: Gamsa (Part 2) | lovelyminbi

  2. waduh sungbi sama sanghyun? sanghyun thunder mblaq? ko tumben? terus malah jadi adek kakak sama sungmin, hemm jadi penasaran….
    nahlo siapa tuh yang dateng *jengjengjeng*

  3. Di awal-awalnya agak kecepetan tapi makin kesini makin enak dibacanya. Mari kita baca part berikutnya *jengjeng*

  4. Adududuh itu pasti Hae !
    Omo Hae datang Hae datang*aura Hae kalo diff menguar kemana-mana*
    penasaran nih, Hae belagu jadi siapa sih? punya bnyak duit kaga ye die *mikirkeras*

BE A GOOD READER GUYS ! PLEASE COMMENT IN HERE :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s