No, You Are Mine (Part 1)

Annyeooong Haseyoooooo….

Author kembali loooh !! Dengan FF baru.. kkk

Kali ini adalah FF requestan loh.. kkk.. Tapi baru yang ini yang author posting karena request-annya ini mau di baca waktu perjalanan jauh..

Thanks for KIM SOO HEE !! –> itu nama pe-request nya.. hehehe.. It for you :3

Happy reading guys..

Title : No, You Are Mine
Author : Aira aka L. Sungbi
Main Cast : Kim Heechul, Kim Kibum, Kim Jongwoon / Yesung, Choi Siwon – Kim Sohee, Park Eunhyo
Genre : Romance, bit Humor
Rating : PG-15


“Kim Soo Hee !!! Kau ini !! Cepat banguuun !!” teriak Jongwoon oppa padaku. Aku terkesiap bangun mendengar teriakan lantang oppa satu-satunya yang aku miliki itu.

“Oppa, apa kau tak bisa sedikit saja tidak teriak-teriak? Aku ini masih mau tidur. Lagian ini kan hari Minggu” kataku sambil mendorong Jongwoon oppa saat keluar kamar.

“Mwo? Apa maksudmu Minggu? Sekarang itu Senin. Kau lupa hari ini ada festival di sekolah?”

Aku diam di tempat. Menghitung hari dan segera berlari menuju kamar saat aku menyadari bahwa hari ini adalah hari Senin. Jongwoon oppa terdorong lagi. Kali ini tangannya terbentur dinding dengan agak keras. Aku yakin setelah ini dia pasti akan teriak lagi.

“KIM SOO HEE !!”

Aku keluar kamar. Tidak menggubris oppaku yang masih terduduk di depan kamarku. Bergerak secepat mungkin agar tidak terlambat masuk sekolah. Waktu yang hanya 20 menit tidak boleh aku sia-siakan sedikitpun. Setelah keluar dari kamar mandi aku melihat Jongwoon oppa sudah berada di dapur untuk memasakkanku sesuatu untuk kami berdua. Dia sudah sangat rapi dengan deragam SMA nya yang tahun depan sudah tidak di pakainya lagi.

Aku memang hanya tinggal berdua di kota besar ini bersama Jongwoon oppa. Appa dan umma tinggal di China karena pekerjaan appa yang sangat penting. Awalnya kami mau di titipkan di rumah komobu, tetapi Jongwoon oppa tidak mau kami tinggal dengan mereka. Beruntunglah aku memiliki oppa sebaik Jongwoon oppa. Walaupun di depan teman-temannya label AB melekat padanya, di depanku dia bisa menjadi seorang SUPERMAN yang benar-benar menjagaku.

“Oppa, aku sarapan di jalan saja ya..”

“Mwo? Aniyo, kamu harus sarapan di rumah. Siapa suruh kamu terlambat bangun”

“Tadi malam kau tidak mengingatkanku”

“Kau juga tidak meminta tolong. Kim, rokmu terbalik” aku langsung melihat ke rokku. Pantas saja dari tadi aku merasa aneh dengan penampilanku sendiri.

“Wae kau tahu itu terbalik? Oppa suka mengintip yeoja ganti baju ya? Aku bilangin umma kamu” kataku sambil membenahi rokku di depannya. Karena tadi tergesa-gesa aku jadi lupa memutar rokku.

“Mian, aku tidak pernah melakukan hal seerti itu. Mereka sendiri yang memperlihatkannya padaku” kara Jongwoon oppa santai.

“Mana mungkin ! Dasar otak yadong !” aku menendang kakinya. Ia tertawa melihatku sangat sebal padanya.

“Aigoo, sudah harus berangkat oppa. Cepatlah sedikit !” kataku lagi saat melihat jam tangan.

“Ne, ne… ini makananmu, ayo berangkat sekarang”

Aku berjalan lebih dulu ke depan rumah. Di sebelah rumah aku melihat ada truk besar yang mengangkut banyak barang. Aku menoleh pada Jongwoon oppa yang masih saja mengunci pintu rumah. Saat ia berjalan ke arahku, aku melompat-melompat dan menunjuk ke arah sebelah tanda. Ia menoleh ke arah yang aku tunjuk.

“Wae kau melompat  sambil menunjuk kesana ha? Itu tidak lucu”

“Aigoo, siapa bilang ini lucu?” aku berhenti melompat dan berdiri lemas karena ucapan oppa baboku yang satu ini.

“Ada apa Kim?” tanya Jongwoon oppa sambil membuka pintu pagar.

“Ada tetangga baru ya? Tapi dari tadi yang aku lihat hanya barangnya saja”

“Mungkin ada di dalam rumah orangnya”

“Ah mungkin saja” aku segera keluar rumah dan berjalan menuju rumah tetangga baruku. Tapi Jongwoon oppa menarik tasku.

“Jalannya bukan kesana, tapi kesini” kata Jongwoon oppa sambil terus menarikku.

“Tap—tapi aku mau tahu siapa mereka oppa”

“Nanti sore kan bisa. Kalau kau mau bertemu sekarang, kau tak bisa bertemu dengan anaknya”

“Anaknya?”

“Ne, anaknya.. Anak mereka namja semua.. Umurnya sama seperti kita”

“Darimana oppa tahu?” Jongwoon oppa berhenti dan berpikir.

“Ah, kau selalu tahu semua. Dasar tukang gosip” kataku sambil berlari menjauhi oppaku.

“Dongsaeng kurang ajar” kata Jongwoon oppa sambil mengejarku.

~o~

Karena panitia SMP hanya boleh membantu hingga sore saja, pekerjaanku sekarang sudah selesai. Dan seperti biasanya, aku harus menunggu Jongwoon oppa yang masih sibuk dengan pekerjaannya di gedung SMA. Aku sungguh lelah setelah membantu panitia tadi karena harus memutari gedung SMP-SMA berulang kali. Rasanya badanku tinggal jatuh saja sekarang. Aku berjalan seperti orang mabuk yang tidak bisa fokus pada jalanku.

Dag ! Aku menabrak seseorang. Aku memejamkan mataku karena dahiku terbentur sesuatu. Entah benda apa yang membuat dahiku sakit. Saat membuka mata aku melihat sepatu seseorang yang menabrakku tadi. Aku melihat wajahnya. Wajahnya sudah seperti harimau yang akan menerkam mangsanya. Tapi ada yang ganjil karena sebelum aku tidak pernah melihat namja ini sebelumnya. Aku jadi sedikit takut karena sudah menabraknya.

“Kalau jalan lihat depan ! Handphoneku hampir jatuh karena ulahmu !”

Mwo? Dia lebih mementingkan handphonenya daripada yeoja di depannya? Namja gila’ batinku dalam hati.

“Kau menggangguku saja” katanya lagi. Tapi dia masih saja diam di situ tanpa bergerak sedikitpun.

“Wae? Kau sendiri tidak mellihatku jalan kan? Kalau punya mata di pakai..” marahku.

“Pakai saja matamu sendiri” katanya lagi. Kali ini dia pergi menjauhiku Tiba-tiba saja moodku berubah. Moodku terbakar karena bertemu dengan namja itu.

Aku kembali berjalan menyusuri lorong. Berjalan agak cepat dan lebih berhati-hati lagi supaya tidak tertabrak orang babo seperti namja tadi. Lorong di sini agak sepi karena lebih banyak yang bekerja di lantai bawah. Gedung 4 lantai ini tidak begitu menyeramkan jika malam karena banyaknya lampu yang tetap menyala walaupun banyak siswanya yang sudah pulang. Karena itu, tidak ada yang takut jika mereka tetap stay di sekolah sampai malam.

Ada sebuah bayangan terpantul dari tangga sebelah kelas Jongwoon oppa. Bayangan 2 orang yang membuatku penasaran apa yang sedang mereka lakukan di sana. Aku hanya berpikir bahwa semoga bukan Jongwoon oppa yang berada di sana. Karena jangan harap aku akan menyetujui hubungan mereka sebelum aku memiliki pacar lebih dulu.

Aku mengintip mereka seperti seorang spy. Dua orang. Satu namja, satu yeoja. Beda angkatan. Karena yang satu memakai seragam SMA dan yang satu lagi sama sepertiku, memakai seragam SMP. Jantungku semakin berdegup kencang. Mereka sedang berciuman di tangga itu. Dan satu lagi, aku sepertinya mengenal mereka. Yang satu adalah Siwon oppa, dan yang satunya lagi adalah….

“PARK EUNHYO !! Apa yang kalian lakukan ha?” teriakku. Membuat keduanya kaget dan melepaskan ciuman mereka satu dengan yang lain.

“Waeyo? Ah, hng.. Sejak kapan kau disini?” tanya Eunhyo padaku.

“Ehm.. Barusan sih” kataku. Siwon oppa tertawa melihat wajahku yang syok setelah melihat mereka berdua berciuman.

“Jangan tertawakan dia jagi..” kata Eunhyo membelaku. Siwon tidak bisa berhenti tertawa.

“Wajahnya sungguh babo. Bagaimana aku tidak tertawa?”

“Aigoo, kau yang babo oppa, bisa-bisanya melakukan hal seperti itu di sekolah” kataku membela diri.

“Kau saja yang babo, kami berdua tidak babo” kata Eunhyo membela pacarnya. Siwon oppa memeluk Eunhyo dengan erat.

“Uh, kalian… Oppa, dimana oppaku?” tanyaku pada Siwon oppa.

“Yesung? Ada di kelas. Mungkin masih di kerumuni banyak yeoja” katanya sambil tertawa. Aku langsung berlari ke kelasnya setelah mendengar ucapan pacar sahabatku itu.

Jongwoon oppa memang di panggil Yesung oleh semua teman-temannya. Katanya karena suaranya sangat merdu. Memang harus kuakui oppaku itu memiliki suara yang sangat merdu saat bernyanyi. Kecuali jika dia sedang membangunkanku dari tidurku saja. Ia pun juga memiliki banyak teman. Apalagi yeoja. Tak hanya satu dua orang saja. Tapi berpuluh, bahakan ratusan yeoja dia kenal. Tapi karena aku pernah bilang padanya dia tidak boleh pacaran dulu, dia pun sampai sekarang tidak memiliki pacar.

Aku membuka pintu kelas itu dengan agak keras. Tidak banyak yeoja di kelas ini. Tetapi tidak sedikit juga namja yang ada di kelas. Aku tertipu lagi dengan ucapan  pacar sahabatku dari SD itu. Sudah memiliki otak yadong, sukanya membodohi pula. Menyebalkan, tetapi dia sebenarnya sangat baik padaku. Walaupun memang lebih sering mengerjaiku.

“Oppa, ayo pulang… Aku sudah sangat lelah. Aku juga lapar” kataku sambil merengek di depan kelas Jongwoon oppa. Ini sudah biasa aku lakukan. Hampir semua temannya mengenalku dan sangat baik padaku. Tapi mereka selalu saja menganggapku dongsaeng kecil terus. Dan itu selalu membuatku kesal pada mereka.

“Yesung-ah, sudah sana pulang. Kasihan dongsaengmu yang imut itu. Dia sudah lelah menunggumu. Dia sudah bekerja keras hari ini” kata seorang yeoja di sebelahnya. Aku hanya mengangguk mengiyakan.

“Ne, tunggu sebentar. Aku mau beres-beres dulu” kata Jongwoon oppa padaku.

Aku masuk ke dalam kelas yang sangat rapi dan bersih ini. Sungguh enak di pandang. Mereka pun tidak berkelompok dan membuat suasana menjadi hidup satu dengan yang lain. Kecuali satu. Perusak pemandangan. Ternyata namja itu satu kelas dengan Jongwoon oppa. Namja babo yang tadi menabrakku. Dia tidak peduli dengan sekitarnya. Melirik padaku sedikitpun saja tidak.

“Guys, kami pulang dulu ya” kata Jongwoon oppa. Mataku masih melirik namja misterius itu. Jongwoon oppa menepukku. Aku yang tersadar langsung mengikutinya dari belakang.

Di jalan aku hanya diam saja. Aku masih merekam kejadian hari ini. Dan kejadian dengan namja itu. Memang gayanya sangat keren, tampan, dan sekali melihatnya akan membuat terpana orang yang melihatnya. Tetapi dia terkesan cuek dan menyebalkan. Jongwoon oppa menyanyi selama perjalanan. Lagu-lagu ballad yang ia lantunkan membuatku mengantuk.

“Oppa, di kelasmu ada anak baru ya?” tanyaku memecah suasana.

“Hah? Kau tahu? Kau memang sangat teliti, Kim” kata Jongwoon oppa sambil mengacak-acak rambutku.

“Ajjijja.. Bukan, dia tadi menabrakku  dan marah-marah padaku”

“Hah? Marah-marah padamu? Wae dia marah-marah padamu?” tanya Jongwoon oppa dengan nada marah. Tangannya sudah menggenggam tidak karuan.

“Aku menabraknya dan hampir membuat handphonenya jatuh” jelasku.

“Eh? Berarti itu memang salahmu” katanya santai.

“Wa—wae? Wae kau jadi membelanya?”

“Karena dia tidak salah” aku hanya menjulurkan lidah mendengar ucapan Jongwoon oppa.

“Hng, oppa.. Siapa nama teman barumu itu?” tanyaku penasaran.

“Kalau tidak salah, dia dari keluarga Kim seperti kita. Ne, namanya Kim Heechul”

“KIM HEECHUL? Namanya.. Wae namanya sama sepertiku? Dasar ikut-ikut” kataku bersungut.

“Hei anak kecil, namanya Kim Heechul, bukan Kim Soohee.. Lagian dia umurnya sama sepertiku, kenapa jadi dia yang ikut-ikut?” ia mengambil handphonenya di dalam kantong.

“Waeyo? Terserah aku dong” Jongwoon oppa melayangkan jitakan di atas kepalaku. Aku yang menjadi korban hanya kesakitan sambil memegang kepalaku.

Jongwoon oppa masuk kedalam rumah. Aku masih di depan rumah karena penasaran siapa yang tinggal dan menjadi tetangga baruku itu. Tapi Jongwoon oppa lagi-lagi menyuruhku masuk ke dalam rumah. Aku pun kembali mengurungkan niatku.

~o~

Sejak teman sebangku sebelah kiriku pindah keluar kota, bangku sebelah kiriku tidak ada yang menempati. Kosong. Terkadang memang ada yang pindah untuk duduk di sebelahku, tapi itu pun tidak setiap hari. Seandainya saja Eunhyo sekelas denganku lagi, mungkin dia akan duduk di sebelahku sekarang. Tapi apa daya, dia di kelas 3-2, sedangkan aku di kelas 3-3.

Sonsaengnim telah masuk kelas. Dan kali ini beliau tidak sendiri, tapi membawa seorang namja dengan seragam yang sama dengan kami. Ya ! dia adalah murid baru yang sudah menjadi gosip di kelas kami sejak sebelum bel berbunyi.

“Sonsaeng hari ini membawa teman baru untuk kalian. Kibum, silakan perkenalkan diri” perintah sonsaengnim pada namja itu.

“Cheonun Kim Kibum imnida……” aku tidak mendengarkannya. Aku hanya melamun karena sangat bosan di dalam kelas. Semua yeoja berbisik tentang Kibum. Ya, ku akui dia memang tampan.

“Kibum, silakan duduk di bangku kosong di sebelah Kim Soohee” kata sonsaengnim. Aku terkejut namaku di panggil. Ku lihat Kibum mendekati bangkuku.

“Boleh aku duduk di sebelahmu?” tanyanya sopan.

“Ne, silakan. Sonsaeng kan sudah menyuruhmu” kataku ramah. Kibum pun segera duduk di sebelahku.

“Siapa nama panggilanmu?” tanya Kibum sambil menjulurkan tangannya padaku. Aku yang melihat juluran tangan itu segera menangkap tangan besarnya itu.

“Terserah kau saja, biasanya aku di panggil Kim atau Soohee”

“Ah, Kim Soohee.. Soohee.. Aku panggil kau Soohee saja” katanya sambil tersenyum. Senyumannya sangat manis. Semua yang melihat menjadi iri melihatku duduk bersebelahan dengannya.

“Ne, terserah kau saja”

“Kau tahu, aku sepertinya pernah melihatmu sebelumnya”

“Hah? Dimana?” tanyaku bingung. Aku saja tidak pernah bertemu ataupun melihatnya sedikit pun.

“Aku lupa, tetapi aku akan mencoba mengingat dimana. Mungkin nanti bisa ingat”

“Ne, terserah kau saja” jawabku sambil kembali fokus ke pelajaran.

~o~

Seperti biasanya, sonsaengnim akan masuk ke dalam kelasku dan menambah pelajaran selama 20 menit. Kelasku menjadi kelas paling terakhir yang keluar sekolah. Kata sonsaengnim ia menambahkan jam agar kelas kami memiliki nilai ujian akhir yang sempurna. Dan kami mau tidak mau harus ikut daripada di hukum olehnya.

Eunhyo, sahabatku selalu saja menungguku sampai jam pelajaran selesai. Walaupun bersama Siwon oppa, tapi dia selalu menungguku sampai aku pulang. Dia memang sahabatku yang sangat sayang padaku. Tak jarang aku, Jongwoon oppa, dia dan pacarnya pulang bersama atau sekedar jalan-jalan bersama saat pulang sekolah. Dan itu yang membuat Jongwoon oppa dekat dengan Siwon oppa karena sebelumnya mereka tidak pernah dekat satu dengan yang lain.

“Sonsaeng akhiri pertemuan kali ini. Segera pulang dan selesaikan tugas agar tidak menumpuk. Ingat waktu kalian sangat terbatas. Paham?”

“Ne, sonsaeng” jawab kami.

Satu demi satu siswa kelasku menghilang. Kecuali para yeoja yang penasaran dengan Kibum. Aku tidak peduli pada mereka. Setelah menyelesaikan beres-beres barang, aku segera berpamitan pada Kibum dan meninggalkannya sendirian dengan para yeoja centil yang sangat penasaran padanya. Eunhyo sudah menungguku di lorong depan kelas bersama 2 namja yang aku kenal. Mereka berdua seperti bodyguard untuk Eunhyo. Aku segera menghampiri mereka.

“Oppa, aku lapar” kataku manja pada Jongwoon oppa. Jongwoon oppa hanya menghela napas.

“Kim, di kelasmu ada anak baru ya? Siapa namanya? Namja atau yeoja?” pertanyaan yang terlontar dari Eunhyo membuatku pusing dan semakin lapar.

“Ne, namja, namanya Kibum” jawabku datar.

“Namja? Tampan gak? Dia duduk di mana? Terus wae tempat dudukmu ramai seperti itu?” tanyanya sambil celingukan ke dalam kelasku.

“Ne, tampan kok. Senyumannya mematikan. Itu kata anak-anak. Dia duduk di sebelahku”

“Serius? Aku mau lihat kalau gitu” sebelum Eunhyo masuk ke dalam kelas, aku menariknya agar dia tidak masuk ke dalam kelasku.

“Ayo oppa” kataku sambil tetap menarik tasnya agar dia ikut kami keluar sekolah.

“WAAEE?? Aku kan hanya ingin tahu saja” ronta Eunhyo.

“Kau babo? Lihat wajah Siwon oppa. Jangan sampai dia membunuh teman sebangkuku ya.. Aku bosan duduk sendirian di sana”

“Ah, ne.. terserah kau saja” katanya sambil cemberut. Siwon oppa memeluknya. Aku melihat Jongwoon oppa sedang tidak bersemangat. Aku pun menginjak kakinya agar dia bersuara.

“Wae? Kau ini selalu saja” katanya memegang sepatunya. Injakanku barusan memang sangat keras. Aku hanya tertawa.

“Jangan diam saja oppa.. Kau terlihat lebih babo jika diam seperti itu” kataku sambil menarik tangannya.

~o~

Kami berjalan menuju rumahku. Eunhyo akan mampir ke rumah untuk mengambil bukuku yang akan di pinjamnya. Aku segera mengambil kunci rumah dan membukakan pintu pagar. Siwon oppa dan Jongwoon oppa masih mengobrol di depan pagar. Kami tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Yang aku tahu mereka sedang membicarakan tentang kelas mereka. Yah, aku tidak perlu tahu.
“Jadi itu rumahnya? Besar juga” kata Siwon oppa sambil melihat ke arah rumah besar di sebelah rumahku.

“Ne, itu rumahnya. Tapi aku tidak pernah bertemu dengannya sekalipun” jawab Jongwoon oppa. Aku dan Eunhyo yang tidak paham hanya saling bertatapan.

“Rumah siapa?” tanyaku.

“Ah, tak apa.. Ayo masuk.. Cepat selesaikan. Ini sudah hampir malam” kata Siwon oppa pada pacarnya itu.

“Ne, arraseo oppa” jawab Eunhyo. Kami pun masuk ke dalam rumah.

Setelah semuanya beres, Siwon dan Eunhyo  segera berpamitan pulang. Aku mengantarkannya sampai ke depan rumah. Eunhyo dan aku masih tetap bercerita satu dengan yang lain. Siwon oppa pun masih terus melihat jam tangan karena khawatir mereka pulang terlalu malam.

“Sudahlah.. Besokkan masih bertemu. Jangan curhat sekarang” kata Siwon oppa.

“Wae? Kami kan tidak se kelas” kataku cemberut.

“Kalian itu selalu bersama. Jadi jangan takut salah satu dari kalian hilang” kata Siwon oppa.

“Ne ne.. Arraseo.. Kalau begitu kami pulang dulu Kim” pamit Eunhyo padaku. Aku melambaikan tangan melihat mereka pergi dari rumahku sampai mereka jauh.

Aku melihat sesosok namja yang berjalan ke arah rumahku. Dari tinggi badannya, dari cara jalannya, sepertinya aku tahu siapa dia. Aku pun terus berada di situ menunggu namja itu melewati rumahku. Ia memakai seragam SMP yang sama denganku. Aku pun semakin penasaran. Dia semakin mendekat, aku rasa dia tidak sadar aku terus memperhatikannya. Ia melihat ke jalan, tidak melihat depan. Tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya membuat ia terlihat sangat kusut. Sampai di depan rumahku, aku menjadi sangat syok.

“LOH KAMU !” teriakku memanggilnya.

 

-TBC-

7 thoughts on “No, You Are Mine (Part 1)

  1. Huwaaaaaaaa itu itu itu siapa? Kibumkah? Hiyeyyy jadi penasaran siapa yang bakal dipilih soohee xD

    Ceritanya rame, aku suka xD
    Lanjut lanjut :3

BE A GOOD READER GUYS ! PLEASE COMMENT IN HERE :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s