Happy saturday :)

Annyeoooong..

Annyeong haseyo…

ANNYEEOOONG HAASEEEYOOOOO !!!

 

Author lagi bener-bener senang sekarang. Kalian tahu? Yak harus tahu kalau author seneng hehehe.. Dengerin ceritaku yaa.. Author mau curhat nih.. serius.. Gak bohong deh..

Author mulai yaaa.. Cekidot..

 

Happy Saturday..

 

Yak, 3 hari ini bener-bener deg degan banget. gak juga sih, 3 hari ini sebenarnya biasa aja. Bener-bener gak ada yang spesial. Aku gak bohong. Emang harusnya sebagai anak SMA kelas 3 harus deg-degan minggu ini. Percaya? Harus percaya deh.. Karena apa? Minggu ini adalah detik-detik penentu menuju masa depan. Lulus nggaknya tahunya hari ini. Masuk nggaknya undangan juga di diberitahu malem ini.

 

Lulus.

 

“Mbak lulus gak? nilaimu berapa?”

Itu pertanyaan yang terlontar dari bibir ibuku jam 8 pagi hari ini. Aku masih baru saja membuka mataku. Baru saja. Mana aku tahu aku lulus dan nilaiku berapa. Konyol. Itu yang aku pikirkan. hahaha.. Tapi itulah ibuku dan aku. Aku tidak peduli bagaimana nilaiku. Bagus alhamdulillah, jelek ya yasudah, mau di apakan lagi sekarang. Waktu tidak bisa di putar kan?

 

 

Yak, tadi pagi ada yang nulis status twitter kalau sekolahku lulus seratus persen. Alhamdulillah.. Cuman itu yang aku pikirkan. Seneng? Biasa aja. Gak tertarik sama sekali. Padahal yang lain senengnya setengah mati. aneh kan aku gak ngerasain apa-apa sama sekali. Menurutku lulus SMA itu harus. Kalau gak lulus itu sangat sangat keterlaluan. Percaya apa gak? Yak ! kalian harus percaya itu. Tahu lulus cuman bilang Alhamdulillah aja. Gak lebih dari itu. Karena menurutku percuma aja lulus kalau gak dapet tempat kuliah. Lulus dengan nilai bagus? Sumpah itu gak ngaruh sama sekali. Jujur, sampai sekarang aku berpikir kalau nilai ujian nasionalku jelek. Tapi jika semua teman-temanku mendapatkan nilai yang bagus, aku tetap seneng.

 

Hari ini

 

Hari ini aku bener-bener gak mikirin apa-apa. ngetik FF? gak. Buka twitter? Gak. Internetan? sama sekali. Buka handphone aja jarang-jarang. Hari ini aku bener-bener ngebenahin yang namanya ngomong sama ibuku. Kalian tahu? Hampir satu minggu ini aku gak berhenti berantem sama ibuku. Karena aku gak tahu mau masuk jurusan apa untuk kuliah. Ya, lebih tepatnya seminggu yang lalu sih. Bener-bener yang lepas tangan karena gak tahu mau sekolah apa untuk masa depanku itu.

 

Waktuku dari pagi sampai sore aku kasih semuanya untuk ibuku. Kami pergi berdua muter-muter Surabaya-Sidoarjo. Pagi ke rumah nenekku. Agak siang jenguk anak buahnya ibuku di rumah sakit. Aku bener-bener di kasih advise dan doa dari mereka. Dan aku senang akan hal itu. Terakhir, aku pergi jemput saudaraku yang akan menginap di rumahku malam ini. Hari ini aku keluarkan semuanya untuk bisa ngomong baik-baik dan menata semuanya tanpa darah panas. Karena itu akan merusak semuanya. Dan itu sangat menyenangkan  sih. Aku menikmati semuanya. Aku bisa lebih deket lagi dengan ibuku.

 

Sampai akhirnya…..

 

Bapakku bilang ke aku, “Mbak, pengumuman Snmptn undangan di majukan hari ini jam 5 sore”

dan dengan santainya aku bilang “Ah iya ta? Ya sudahlah”

bapakku bilang lagi, “Mana laptopmu? Sini bapak yang bukain snmptnnya”

Aku akhirnya ngambil laptopku dan membiarkan bapakku buat membuka semuanya.  Aku? Cuman pasrah dan gak mau ikut campur. Hahaha.. Takut-takut kalau akhirnya aku sakit hati lagi. Nunggu 18 menit buat di buka pengumuman undangan. Deg-degan? pasti. Tapi aku mencoba buat biasa aja dan gak terlalu menggebu-gebu. Lagi, aku cuman gak mau sakit hati untuk kesekian kalinya.

 

Detik-detik penantian menuju di bukanya pengumuman malah bikin aku gak peduli apa yang bakal terjadi. Hahaha. Aku ngobrol dengan tanteku yang menginap di rumahku. Mereka semua beraktifitas seperti biasanya. Gak peduli mau apa deh. Pokoknya aku santai aja.

 

Tinggal 2 menit kurang, aku manggil bapakku yang balik ke kamar. Bapakku keluar dan kembali duduk di depan laptopku. Yah, waktu memang tinggal beberapa detik lagi. Tapi tetap aja aku sama sekali tidak mau mengurusi semua itu. tetap alasannya sama. Takut sakit hati.

 

Akhirnya datang juga (bukan acara tv yaa) Tiba-tiba yang tadi gambar jam digital berubah jadi tulisan HASIL SELEKSI SNMPTN JALUR UNDANGAN 2012. Bapakku masukin tuh nomer pendaftaran sama tanggal lahirku. Aku masih gak deg degan. sama sekali. Tapi gak lama, tiba-tiba di bawahnya ada tulisan

SELAMAT, ANDA LULUS SELEKSI SNMPTN JALUR UNDANGAN 2012.

Semua orang yang ada disitu langsung lihat ke arah laptopku. Aku sendiri tiba-tiba jadi deg-degan saat itu juga. Yak ! aku lihat aku keterima. Tanpa aku sadari aku bangga dengan diriku sendiri. hahaha..

Memang, aku gak masuk univ negeri di surabaya. Tetapi bukan berarti tempat itu jauh. Di malang. Dan itu memang bukan pilihanku yang pertama. tapi kedua. Aku benar-benar gak habis pikir. Semua keluarga langsung memelukku. Ibuku, orang yang selalu berantem sama aku karena jurusan yang akan aku pilih, langsung menangis. Yah, aku adalah anak tertua dari anak tertua. Cucu pertama.. Kebanggaan keluargaku. Aku adalah orang pertama yang harus sukses di mata semua saudaraku yang dominan masih di bawah umur.

 

Ibuku selalu berkata, “Susun Luckymu mulai dari sekarang. Dengan cara dekatkan dirimu ke Allah, minta semua yang kamu inginkan. Supaya Allah memberikan  yang terbaik dan memberikan jalan untukmu dan masa depanmu”

 

Yah, sangat berpengaruh memang. Kalau kalian semua tahu, mendekatkan diri kepada Tuhan itu gampang gampang susah. Kau percaya itu? Sekali mendekat, aku bisa merasa sangat dekat dengan Allah. Ya, dan aku terus melakukan itu. Tetapi jika semua itu aku tinggalkan sekali saja, aku bisa dengan cepat lupa begitu saja. Dan sampai sekarang aku belum bisa mengubah semua itu.

 

aku tidak seberapa paham kenapa ini bisa terjadi.. Yah, lagi-lagi ibuku bilang, “ini semua jalanmu, Allah memberikan jalan itu supaya kamu benar-benar melakukan itu dengan serius” dan aku percaya itu.

 

mungkin ini tantangan baru untukku. Aku adalah orang yang dari kecil paling susah jauh dari orang tua. Hanya untuk menginap di rumah nenekku saja, aku dengan cepat bisa langsung berkata tidak. Aku memang tidak suka jauh dari orang tua, tidak seperti adikku. Ini adalah tantangan baru untukku. Kuliah, di tempat yang jauh dari orang tua. Mandiri. Dan harus menjaga diri seketat mungkin.

 

Jurusan.

 

Teknik Industri. Yah, Teknik industri adalah minatku saat aku masih smp. Kesukaanku sejak SMP kelas satu membuatku tertantang untuk melanjutkan sekolah di jurusan itu. Tapi saat SMA, aku berpikir lagi, aku sekarang tidak bisa sedikitpun mengerjakan fisika, bagaimana mungkin aku masuk ke sana. Itu sangat mustahil.

Tapi, tante dan omku bilang padaku, Teknik Industri itu peminatnya sangat banyak, tetapi setelah masuk kamu tidak akan menyesal masuk sana karena sekolahnya tidak terlalu susah  dan lapangan pekerjaan yang banyak untuk wanita. Yah, aku akan menjadi seorang wanita setelah lulus kuliah ini.

Satu lagi, bukan karena pekerjaan yang aku cari, tetapi aku mau melanjutkan S2 di luar negeri. Itu cita-citaku. Dimana? Jepang. Yah, mimpiku adalah sekolah disana. Aku harus bisa mengejar itu semua. Dan au harus percaya bahwa aku bisa melakukan iitu untuk diriku sendiri.

 

Tak punya niatan lagi.

 

Sebelum aku tahu aku di terima di sana, ibuku selalu bertanya padaku, “Kamu mau daftar jurusan apa saja?” dan aku selalu menjawab, “Gak tahu” Sangat bodoh. Itu pasti yang kalian pikir. Aku selalu bertengkar karena masalah ini. Jujur, setelah di tarik ulur aku jadi kapok untuk memilih sekolah. Dan itu semakin membuat ibuku jengkel padaku. Dan aku pun juga merasa jengkel pada ibuku juga.  Baru hari ini aku akan mendaftarkan diri untuk ikut SNMPTN tulis. Aku memilih Sastra Inggris, Sastra Jepang dan juga Biologi. Itu pilihan terakhirku. kemarin aku sempat berpikir untuk mendaftar Psikologi, tetapi karena semua gambaran yang di bilang tanteku, aku jadi mengurungkan niatanku kesana. Jadi itu adalah yang aku pikirkan.

 

Tapi belum sempat aku mendaftar, kenyataan ini di depan mata. Satu kalimat yang terucap pertama kali adalah “Buk, aku gak ikut snmptn tulis” sambil lompat lompat tidak jelas. Tak perlu les, tak perlu buka buku. tak perlu pusing-pusing mengerjakan susahnya SNMPTN tulis. dan itu menurutku kebanggaan tersendiri karena aku memang tidak mempersiapkan matang-matang.

 

sangat sedih.

 

Aku sedih kalau harus tinggal sendirian. Sedih karena tidak mudah sekolah di kota orang. Sedih karena orang tua jauh dariku. Sedih karena tidak bisa bertemu dengan satu-satunya saudara kandungku. sedih karena aku tidak bisa curhat dengan nenekku. sangat sedih. Aku butuh mereka, pasti. merindukan mereka? apalagi. apa-apa harus sendiri. semua harus dilakukan sendiri. Tak ada pembantu, yah mandiri. kkk

 

Apalagi ya? aku rasa itu dulu yang aku sampaikan sekarang.

Gomawo udah baca curhatanku yang panjang ini. kalian pasti bosan. hahaha..

Keep Figthing for me and you all !!

 

Bi

BE A GOOD READER GUYS ! PLEASE COMMENT IN HERE :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s