Long Time No See !

Annyeong haseyoo…

Oraen maniyaa…

Sudah lama banget aku gak buka blogku tercinta… hahahahaha… Jadi sebelum bener bener sibuk, aku sempetin buat buka dan posting something ke blog. Walaupun bukan FF siiih… buat yang nunggu FF buatanku lagi, sabar yaa.. kayaknya bener-bener hiatus sampek semuanya plong dan laptop yang gak odong. *ketahuan laptopnya odong* wkwkwkwkk..

Karena aku off kuliah di Malang, (yang pada belum tahu sekarang pada tahu) sekarang aku ambil jurusan yang kebalikan dari kehidupan di Malang. Bukan lagi ada nama Teknik kayak dulu. Sekarang malah jadi Sastra. Jauh ya? yaiyalah pasti jauhnya. Lahwong dari IPA jadi Bahasa. Wkwkwkwk. Kuliah dimana? STIBA Satya Widya Surabaya. Kalau gak tahu gapapa, menurutku emang gak terkenal, tapi kekeluargaannya sudah membuatku nyaman. Teman-temannya juga oke dan kompak. Walaupun memang sedikit orangnya. Jadi kayak les-lesan yang isinya hanya 20-25 orang aja. Lebih private kan? hahahaha.

Hampir sebulan disini, hampir sebulan juga aku mengenal mereka. Hampir sebulan juga mereka kenal aku. Dan hampir sebulan juga kehidupanku yang hidup mulai terlaksana. Mencari sebuah perhatian dari ujung ke ujung menurutku bukan hal yang salah. Apalagi hanya memperkenalkan diri sebagai sosok yang nyata dan tidak berakting itu sebenarnya cukup susah. Dan itu yang aku lakukan. Beberapa dari mereka menyukainya dan beberapa yang lain tidak menyukainya. Hal wajar. Aku merasakan hal itu. Tak jarang mereka berkata aku bandel, bawel atau sok. Sok apa? Apa saja yang mereka ingin omongkan. Hahahaha. Tapi di saat yang sama aku selalu mengatakan hal jujur pada mereka. Seperti aku tidak menyukai A dan tolong jangan berbuat A padaku. Aku tidak suka dengan kata B, jangan ucapkan atau panggil kata B di hadapanku. Dan itu membuatku tidak lebih dewasa di bandingkan mereka. Mereka yang menganggap itu hanya sebuah candaan yang menurutku tidak akan pernah lucu. Aku tetap pada pendirianku, melakukan apa yang mereka inginkan, melakukan hal apa pun yang seharusnya mereka terima. Apa aku salah? Seharusnya tidak? Aku membela diriku. Aku merasa benar dan aku sudah mengatakan jangan melakukan hal yang seharusnya tidak di lakukan di hadapanku. Apakah ini keadilan untukku? Aku ingin tenang dan menjadi diriku sendiri. Tetapi mereka tidak bisa menghargaiku, padahal aku selalu ingin menghargai mereka, memeluk mereka sebagai seorang yang seharusnya sangat berguna untuk masa depanku. Seseorang yang menyemangatiku.

Apa ini keadilan? Disaat aku melakukan hal yang salah untuk satu orang, dia mengatakan pada orang lain jika aku membuat kesalahan itu menjadi berlipat. Berapa lipatan itu? Entahlah, aku tidak mengoreknya. Bagiku itu sebuah hal gila jika aku benar-benar melakukannya. Aku tidak ingin membuat masalah baru. Hanya dengan kesalahpahaman, mereka membenciku tanpa mereka tahu apa yang benar. Apa yang seharusnya tidak mereka katakan. Apakah ini tanda aku kecewa? Mungkin. Aku tutup itu rapat-rapat. Tidak ingin banyak yang terlibat. Dan tidak ingin semuanya menjadi sesuatu yang menjengkelkan.

Dan disaat seperti ini, tidak sedikit orang yang masih menghargaiku. Mereka men-support aku dalam keadaan apapun. Karena mereka tahu aku benar dan tidak ingin aku kecewa. “Jangan mikirin mereka. Mereka aja gak peduli sama kamu” awalnya aku mendiamkan kata-kata itu. Aku masih berusaha minta maaf pada orang yang bersangkutan. Meminta maaf dan menjelaskan semua dari apa yang seharusnya aku lakukan. Yah, tapi memang mereka tidak peduli, seakan-akan mereka ingin aku jatuh secara tidak sadar. Mereka ingin aku terlihat rapuh dan bersujud pada mereka dan menyembah mereka. Lagi-lagi orang-orang itu bilang “Jangan lakukan apa yang seharusnya tidak kamu lakukan. Mereka gak akan memperdulikan itu!” Aku merasa ini tetap tidak adil. Tetapi aku diam dan terus berpikir. Aku hanya melakukan satu kesalahan dan tidak ingin mengulanginya lagi. Tetapi dia tidak menerima permintaan maafku dan tidak peduli apa yang salah dan apa yang benar. Mengapa aku harus terpuruk hanya karena mereka? Jelas mereka yang salah karena secara tidak langsung mereka menjatuhkan diriku disini. Menjatuhkan nama baikku dengan ribuan kesalahpahaman yang mereka buat selama ini. Mengatakan pada orang yang tidak pernah tahu dan tidak berhubungan dengan semua ini. Kenapa aku masih saja membuatnya baik di mataku? Dan bodohnya, inilah aku. Aku tidak suka perpecahan. Aku tidak suka ada orang yang membenciku karena seumur hidup aku tidak ingin membenci orang.

Lalu, apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku kembali pada diriku yang cuek dan tidak peduli pada mereka lagi? Seperti awal aku masuk dan tidak mau memperdulikan apa yang seharusnya ada di hadapanku? Bagaimana aku harus menghadapi jika aku menyukai salah satu diantara mereka? Orang yang memintaku untuk mengejar dan di tinggalkan begitu saja. Jika dari awal aku memang menutup semua itu, kejadian naas ini pasti tidak terjadi untuk kesekian kalinya.  Dan inilah kebodohan yang selalu aku lakukan. Dan pertanyaannya, apakah aku bisa melakukan ini dengan sangat baik? Melihatnya saja, mungkin aku akan menjadi kembali seperti orang bodoh. Ingin lagi di perhatikan dan tertawa bersamanya. Melihat dia seperti aku ingin kembali merasakan setiap sentuhan yang dia berikan sebagai sebuah penenang saat aku membutuhkan dia. Sudahlah, lupakan masalah orang itu. Dia tidak akan peduli lagi denganku. Karena aku tahu targetnya adalah orang yang lebih tinggi dari aku.

Sekarang, rasanya aku pingin tenang, gak mau ada yang benar-benar menggangguku. Gak mau lagi ada orang yang hanya bermuka dua ke aku. Gak mau lagi peduli lagi sama apa yang harusnya terjadi. Bener-bener menutup mata dan berjalan untuk ke depannya. Menjadi seorang Bi yang kuat, karena tidak hanya merkea saja (orang yang menganggapku sampah) yang hidup di dunia ini. Karena masih banyak orang yang menghargai Bi, air hujan yang membawa kebahagiaan, untuk terus tersenyum walaupun banyak orang yang menyakiti dia. Karena masih banyak yang harus aku lakukan dan menjadi yang terbaik. Karena masih ada banyak mimpi yang harus aku dapatkan dari sekarang. Dan karena mereka masih harus tahu bahwa seorang Bi bukan orang yang bisa mereka jatuhkan begitu saja. Karena seorang Bi bisa menjadi orang yang patut untuk dilihat dan di banggakan. Aku tidak akan mau mengecewakan orang yang aku sayang untuk kesekian kalinya. Hidupku hanya sekali dan tidak akan pernah terulang lagi. Aku tidak akan bertekuk lutut sebelum aku membuktikan bahwa aku adalah orang yang benar. Dan aku pasti Bisa! Aku mampu! Dan aku menginginkannya!

Hehehehe…. Segini dulu ajalah curhatan gak jelasnya. Lain kali aku akan posting buat comeback cerita ceritaku lagi. Doakan aku semua ! Kita berjuang di hari dan waktu yang sama untuk masa depan kita masing-masing. Akhir kata : Ganbatte ! :)) HWAITING !! ::))

BE A GOOD READER GUYS ! PLEASE COMMENT IN HERE :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s